gue merasa cerita ini punya suatu perasaan yang mendalam. begitu tertekan. teriak pun tak bisa. aku ingin berontak! seperti itulah kira-kira. setiap kali gue akan membaca draft script cerita ini, selalu ada perasaan marah, kecewa dan ingin keluar dari ruang gelap ini. dan itu membuat gue menulis dengan emosi. tapi itu gak buruk, buat gue, itu baik.
soal tulis menulis cerita sudah lewat. sekarang yang mesti gue perdalam itu karakter tokoh utamanya. edwin bilang script ini bukan tipe yang membagi cerita. kekuatannya justru berada di karakternya. dan inilah yang membuat gue bingung. gue udah tampilin beberapa hal yang menunjukan karakter tokoh utamannya. tapi gue merasa ini masih kurang. makanya 'waktu bebas waktu' ini gue manfaatkan untuk merenung, berfikir, dan menulis, lalu mengirim dan selanjutnya menunggu. menunggu tanggapan dari mentor, edwin dan tim.
ya, waktu seperti inilah yang cocok untuk menulis script. gue selalu senang mengembangkan cerita ini. meski harus berjuang seoarang diri di kelamnya ruang kamar sendiri. tapi gue menikmati saat-saat seperti ini. bermain-main dengan pola pikir sendiri tanpa campur tangan para senior-senior yang terkadang bisa membuat kami drop waktu di kritik! dalem banget cuy!
dan seperti saat inilah egoisme melanda jiwa muda mudi. sesukanya berbuat sesukanya bicara. tanpa berfikir ini itu. gue sebel waktu mereka gak setuju dengan pikiran gue. dan disaat itu juga egoisme terhalang tembok berlin. tapi gue gak bodoh. gue terima pernyataan mereka. itu membangun. sangat memotivasi dan membantu membuka mata untuk melihat dari point of view yang berbeda. gue belajar banyak dari orang tua orang tua itu. tanpa mereka mungkin saya masih suka cerita film yang itu-itu saja. yang klise, yang jelek, dan gak bermoral. uups...kita tidak bicarakan moral disini. mengutip kata-katanya alex sihar,"moral itu,ada baik ada buruk,lo jangan pake kata-kata moral deh". balik lagi ke awal. ya, dari seringnya mendifusi (?) diri bersama mereka-mereka yang ahli, gue jadi suka sama film-film yang tidak klise. gue suka film sureal. yang lo bisa menginterpretasikan maksud dari film itu sendiri. film-film noir, cerita yang punya twist. saat ini gue menjatuhkan diri kedalam jenis film-film itu. tapi untuk menghilangkan kesan kalau gue cuma ikut-ikutan, anget-anget eek ayam, gue mencoba untuk memperdalam jenis film-film tadi. tahun ini gue mungkin akan lebih fokus ke film. singkirin sedikitlah urusan sekolah. film gue mesti jalan dulu. paling gak lebih produktif dari tahun lalu. 2-4 film cukup lah. baiklah, gue mau melanjut kerjaan. semoga waktu bebas waktu ini gak sia-sia.









gue watch ya!
watch balik okey
--
Livejournal Graphics
gue watch ya!
watch balik okey
--
Livejournal Graphics
--
--
--
Life is a Jack Daniels, Cognac Henessy, Chivas Regal, Remy Martin, Grand Marnier, and some Mixer.
aahahah
(respon buat deviantID lo)
--
you know it would be better if you'd never showed up.
--
you know it would be better if you'd never showed up.
Previous Page12Next Page